Selasa, 23 Mei 2017

Gejala-Gejala IAD, IBD, ISD


GEJALA ALAM, SOSIAL DAN BUDAYA DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU KEBERAGAMAAN
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MANDIRI
MATA KULIAH: IAD, ISD & IBD
DOSEN PENGAMPU: DIDING MUJAHIDIN, M. A.



Disusun oleh:
Irfan Maulana Yusuf
FAKULTAS DAKWAH
MA’HAD ‘ALI AL-IKHLASH
CIAWILOR CIAWIGEBANG KUNINGAN JAWA BARAT
2017




KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang dengan Rahmat-Nya memberikan nikmat kepada kita semua sebagai mahkluk-Nya, yang berupa nikmat Iman dan Islam serta nikmat waktu untuk berfkir, untuk menggali ilmu-ilmu Allah yang begitu luas.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhir zaman yakni Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya sahabatnya dan kita selaku umatnya.
Alhamdulillah pemakalah bisa menyelesaikan makalah yang sederhana ini, yang tidak luput dari kekurangan. Ucapan terima kasih pemakalah sampaikan kepada Diding Mujahidin, M. A. selaku dosen pada mata kuliah IAD, ISD & IBD yang telah memberikan kesempatan untuk menggaliilmu ini lebih dalam lagi.
Selebihnya pemakalah mohon maaf, apabila makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan-kekurangan baik dalam bentuk tulisan ataupun yang lainnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته



Ciawlor, 12 April 2017

Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar sebagai mata kuliah dasar umum yang wajib diambil oleh mahasiswa di samping mata kuliah dasar umum lainnya seperti Agama, Pancasila, dan Kewiraan.
Berbicara tentang alam, sosial dan budaya tidak akan lepas dari suatu konflik, dan konflik alam yang terjadi secara langsung akan menimbulkan suatu masalah yang akan menyangkut terhadap budaya dan sosial di lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap perilaku keberagamaan. gejala alam, sosial dan budaya dapat berpengaruh dalam keberagamaan karena secara tidak langsung agama selalu mempengaruhi perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Alam dan agama sangat erat kaitannya. Perubahan alam dipengaruhi juga karena perubahan moral beragama atau tingkah laku keberagamaan seseorang. Alam ini merupakan nikmat besar yang diberikan Tuhan untuk manusia agar dapat dimanfaatkan dalam kehidupannya. Dengan demikian, manusia sebagai khalifah dimuka bumi harus memiliki kemampuan dan kesempatan untuk memanfaatkan alam bagi kehidupannya. Dan sebagai khalifah di bumi manusia juga harus bijak dalam menghadapi gejala sosial dan budaya yang sejatinya gejala-gejala tersebut akan selalu mewarnai kehidupan manusia di bumi.

B.   Rumusan Masalah
1.   Apa pengertian keberagamaan?
2.   Bagaimana penjelasan gejala alam dalam perilaku keberagamaan?
3.   Bagaimana penjelasan gejala sosial dalam perilaku keberagamaan?
4.   Bagaimana penjelasan gejala budaya dalam perilaku keberagamaan?







BAB II
PEMBAHASAN
1.        Pengertian keberagamaan
Maksud dari keberagaman di sini adalah sifat-sifat yang terdapat dalam agama. Atau dengan kata lain keberagamaan adalah yang menyangkut segala aspek kehidupan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan seseorang.
Keberagamaan dari kata dasar agama yang berarti segenap kepercayaan kepada Tuhan. Beragama berarti memeluk atau menjalankan agama. Sedangkan keberagamaan adalah adanya kesadaran diri individu dalam menjalankan suatu ajaran dari suatu agama yang dianut.  Keberagamaan juga diartikan sebagai kondisi pemeluk agama dalam mencapai dan mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan atau segenap kerukunan, kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan ajaran dan kewajiban melakukan sesuatu ibadah menurut agama.
Sehingga dapat disimpulkan tingkat keberagamaan yang dimaksud adalah seberapa jauh seseorang taat kepada ajaran agama dengan cara menghayati dan mengamalkan ajaran agama tersebut yang meliputi cara berfikir, bersikap, serta berperilaku baik dalam kehidupan pribadi dan kehidupan sosial masyarakat yang dilandasi ajaran agama Islam yang diukur melalui dimensi keberagamaan yaitu keyakinan, praktek agama, pengalaman, pengetahuan, dan konsekuensi atau pengamalan.
Adapun perwujudan keagamaan itu dapat dilihat melalui dua bentuk atau gejala yaitu gejala batin yang sifatnya abstrak (pengetahuan, pikiran dan perasaan keagamaan), dan gejala lahir yang sifatnya konkrit, semacam amaliah-amaliah peribadatan yang dilakukan secara individual dalam bentuk ritus atau upacara keagamaan dan dalam bentuk muamalah sosial kemasyarakatan.
2.     Gejala alam dalam perilaku keberagamaan
Ilmu alamiah merupakan Ilmu Pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam Alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
Gejala alam adalah sesuatu yang terjadi pada pemukaan bumi yang disebabkan oleh peristiwa alam. Dibawah ini terdapat beberapa contoh gejala alam yang terjadi dan pernah kita lihat.


·       Gerhana
Gerhana merupakan suatu istilah untuk menjelaskan suatu gejala gelap yang terjadi bila benda langit terhalang benda langit lain. Sehingga dapat juga dicermati dalam padanan kata bahasa Inggris “eclipse” berasal dari bahasa Yunani yakni eklipses yang berarti peninggalan atau pelalaian. Istilah ini dipergunakan secara umum, baik gerhana Matahari maupun gerhana Bulan. Gerhana Matahari terjadi pada waktu Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.
Banyak cerita khurafat dan tahayyul beredar di masyarakat seputar terjadinya gerhana. Namun syariat telah menyatakan dengan tegas nilai-nilai yang terkandung dibalik terjadinya peristiwa tersebut.
Atas terjadinya kejadian ini kita dapat mengambil hikmahnya. Pertama, gerhana menunjukkan salah satu keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala yang Maha mengatur alam ini. Kedua, Untuk menimbulkan rasa gentar di hati setiap hamba atas kebesaran Allah Ta’ala dan azab-Nya bagi siapa yang tidak taat kepada-Nya.
·       Angin Topan
Angin topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan tinggi atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa.  Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sangat rendah. Angin Topan menyebabkan rumah-rumah, tempat ibadah,  pohon-pohon, tiang listrik dan benda-benda lain porak poranda karena terkena angin tersebut.
Perilaku keberagamaan:
·      Membantu korban bencana dengan menyalurkan bantuan sembako.
·      Membangun tenda-tenda darurat untuk tempat tidur dan tempat ibadah.
3.    Gejala sosial dalam perilaku keberagamaan
Gejala sosial merupakan segala sesuatu yang di buat maupun dilkukan oleh manusia di dalam lingkungan kehidupannya. Terdapat bermacam-macam gejala sosial yang bisa dilihat dari kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungannya.
Gejala-gejala sosial yang terjadi nantinya akan menimbulkan suatu permasalahan baru dalam lingkungan masarakat. Hal tersebut akan terus terjadi hingga di temukan sebuah upaya penyelesaian untuk masalah tersebut.
Contoh gejala sosial dalam perilaku keberagamaan:
·      Mencuri
mencuri adalah mengambil sesuatu barang secara sembunyi-sembunyi, baik yang melakukan seorang anak kecilatau orang dewasa, baik barang yang dicuri itu sedikit atau banyak, dan barang yang dicuri itu disimpan ditempat yang wajar untuk menyimpan atau tidak.
Hukum mencuri adalah haram. Pelaku pencurian wajib dikenakan had mencuri, yaitu potong tangan. Firman Allah SWT dalam Q.S. A l-Maidah: 38 “ Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuripotonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang merekakerjakan dan sebagaisiksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. “
Perilaku keberagamaan :
Setelah melihat bahwa hukuman mencuri adalah dipotong tangan seharusnya pencuri itu semakin jera dan tidak berani melakukan hal tersebut lagi.
4.    Gejala budaya dalam perilaku keberagamaan
Gejala budaya adalah suatu hal yang membuat manusia mengikuti tradisi yang berlaku dari dulu dan sudah menjadi hal biasa di lingkungan masyarakat.
Pengaruh lingkungan budaya yang dalam ekspresi keberagamaan lebih banyak ditemukan dalam hal-hal praktis dan konkrit. Untuk budaya Indonesia khususnya budaya jawa, sarung merupakan contoh nyata yang dapat ditunjukkan dengan mudah. Pengaruh-pengaruh tertentu lingkungan hidup sekelompok manusia terhadap keagamaan. Masyarakat yang memiliki budaya berbeda-beda berdampak pada cara beragama yang berbeda pula.
Contoh gejala budaya dalam keberagamaan:
Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama.
Perilaku keberagamaan:
·      Khitan itu selain diwajibkan juga memiliki beberapa manfaat diantaranya dapat mencegah infeksi dan mengurangi resiko tertular penyakit menular seperti HIV-AIDS.
·      Menurut penelitian pada orang yang tidak disunat lebih besar resikonya timbul infeksi yang berakibat pada terjangkitnya berbagai penyakit diantaranya yang paling menghawatirkan adalah Kanker Penis.

BAB III
PENUTUP

C.    KESIMPULAN
·         Gejala alam dalam perilaku keberagamaan adalah suatu tanda-tanda adanya perubahan alam yang menyebabkan adanya bencana yang dimana di balik dari bencana tersebut akan berpengaruh dalam perilaku keberagamaan yaitu timbulnya saling  tolong-menolong.
·         Gejala sosial dalam perilaku keberagamaan adalah gejala-gejala yang ada di masyarakat yang melahirkan sebuah konflik dan perubahan yang mengarah pada sesuatu yang positif maupun negatif yang dimana konflik tersebut bisa mempengaruhi perikaku keberagamaan.
·         Gejala budaya dalam perilaku keberagamaan adalah sesuatu yang ada dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan gambaran kalau budaya itu sudah ada sejak zaman dahulu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar