GEJALA ALAM, SOSIAL DAN BUDAYA DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU
KEBERAGAMAAN
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MANDIRI
MATA KULIAH: IAD, ISD & IBD
DOSEN PENGAMPU: DIDING MUJAHIDIN, M. A.

Disusun oleh:
Irfan Maulana Yusuf
FAKULTAS DAKWAH
MA’HAD ‘ALI AL-IKHLASH
CIAWILOR CIAWIGEBANG KUNINGAN JAWA BARAT
2017
KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang dengan
Rahmat-Nya memberikan nikmat kepada kita semua sebagai mahkluk-Nya, yang berupa
nikmat Iman dan Islam serta nikmat waktu untuk berfkir, untuk menggali
ilmu-ilmu Allah yang begitu luas.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhir
zaman yakni Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya sahabatnya dan kita selaku
umatnya.
Alhamdulillah pemakalah bisa menyelesaikan makalah yang sederhana
ini, yang tidak luput dari kekurangan. Ucapan terima kasih pemakalah sampaikan
kepada Diding Mujahidin, M. A. selaku dosen pada mata kuliah IAD, ISD
& IBD yang telah memberikan kesempatan untuk menggaliilmu ini lebih dalam
lagi.
Selebihnya pemakalah mohon maaf, apabila makalah ini terdapat
banyak kesalahan dan kekurangan-kekurangan baik dalam bentuk tulisan ataupun
yang lainnya.
والسلام
عليكم ورحمة الله وبر كا ته
Ciawlor,
12 April 2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ilmu
pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum ilmu
pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu
pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya. Pengelompokan ilmu pengetahuan
ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu
Budaya Dasar sebagai mata kuliah dasar umum yang wajib diambil oleh mahasiswa
di samping mata kuliah dasar umum lainnya seperti Agama, Pancasila, dan
Kewiraan.
Berbicara tentang alam, sosial dan
budaya tidak akan lepas dari suatu konflik, dan konflik alam yang terjadi
secara langsung akan menimbulkan suatu masalah yang akan menyangkut terhadap
budaya dan sosial di lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap perilaku
keberagamaan. gejala alam, sosial dan budaya dapat berpengaruh dalam
keberagamaan karena secara tidak langsung agama selalu mempengaruhi perilaku
manusia dalam kehidupan sehari-hari. Alam dan agama sangat erat kaitannya.
Perubahan alam dipengaruhi juga karena perubahan moral beragama atau tingkah
laku keberagamaan seseorang. Alam ini merupakan nikmat besar yang diberikan
Tuhan untuk manusia agar dapat dimanfaatkan dalam kehidupannya. Dengan
demikian, manusia sebagai khalifah dimuka bumi harus memiliki kemampuan dan
kesempatan untuk memanfaatkan alam bagi kehidupannya. Dan sebagai khalifah di
bumi manusia juga harus bijak dalam menghadapi gejala sosial dan budaya yang
sejatinya gejala-gejala tersebut akan selalu mewarnai kehidupan manusia di
bumi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian keberagamaan?
2.
Bagaimana penjelasan gejala alam dalam perilaku
keberagamaan?
3.
Bagaimana penjelasan gejala sosial dalam perilaku
keberagamaan?
4.
Bagaimana penjelasan gejala budaya dalam perilaku
keberagamaan?
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
keberagamaan
Maksud dari keberagaman di sini adalah sifat-sifat yang terdapat dalam
agama. Atau dengan kata lain keberagamaan adalah yang menyangkut segala aspek
kehidupan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan seseorang.
Keberagamaan dari kata dasar agama yang berarti segenap kepercayaan kepada
Tuhan. Beragama berarti memeluk atau menjalankan agama. Sedangkan keberagamaan
adalah adanya kesadaran diri individu dalam menjalankan suatu ajaran dari suatu
agama yang dianut. Keberagamaan juga
diartikan sebagai kondisi pemeluk agama dalam mencapai dan mengamalkan ajaran
agamanya dalam kehidupan atau segenap kerukunan, kepercayaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa dengan ajaran dan kewajiban melakukan sesuatu ibadah menurut agama.
Sehingga dapat disimpulkan tingkat keberagamaan yang dimaksud adalah seberapa
jauh seseorang taat kepada ajaran agama dengan cara menghayati dan mengamalkan
ajaran agama tersebut yang meliputi cara berfikir, bersikap, serta berperilaku
baik dalam kehidupan pribadi dan kehidupan sosial masyarakat yang dilandasi
ajaran agama Islam yang diukur melalui dimensi keberagamaan yaitu keyakinan,
praktek agama, pengalaman, pengetahuan, dan konsekuensi atau pengamalan.
Adapun perwujudan keagamaan itu dapat dilihat melalui dua bentuk atau
gejala yaitu gejala batin yang sifatnya abstrak (pengetahuan, pikiran dan
perasaan keagamaan), dan gejala lahir yang sifatnya konkrit, semacam
amaliah-amaliah peribadatan yang dilakukan secara individual dalam bentuk ritus
atau upacara keagamaan dan dalam bentuk muamalah sosial kemasyarakatan.
2.
Gejala alam dalam perilaku
keberagamaan
Ilmu alamiah merupakan Ilmu Pengetahuan yang mengkaji tentang
gejala-gejala dalam Alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk
konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) hanya
mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
Gejala alam adalah sesuatu yang terjadi pada pemukaan
bumi yang disebabkan oleh peristiwa alam. Dibawah ini terdapat beberapa contoh
gejala alam yang terjadi dan pernah kita lihat.
·
Gerhana
Gerhana merupakan suatu istilah untuk menjelaskan suatu gejala gelap yang
terjadi bila benda langit terhalang benda langit lain. Sehingga dapat juga
dicermati dalam padanan kata bahasa Inggris “eclipse” berasal dari
bahasa Yunani yakni eklipses yang berarti peninggalan atau pelalaian.
Istilah ini dipergunakan secara umum, baik gerhana Matahari maupun gerhana
Bulan. Gerhana Matahari terjadi pada waktu Bulan berada di antara Bumi dan
Matahari.
Banyak cerita khurafat dan tahayyul beredar di masyarakat seputar terjadinya
gerhana. Namun syariat telah menyatakan dengan tegas nilai-nilai yang
terkandung dibalik terjadinya peristiwa tersebut.
Atas terjadinya kejadian ini kita dapat mengambil hikmahnya. Pertama,
gerhana menunjukkan salah satu keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala yang Maha
mengatur alam ini. Kedua, Untuk menimbulkan rasa gentar di hati setiap hamba
atas kebesaran Allah Ta’ala dan azab-Nya bagi siapa yang tidak taat kepada-Nya.
·
Angin Topan
Angin topan
adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan tinggi atau lebih yang sering
terjadi di wilayah tropis di antara garis balik utara dan selatan, kecuali di
daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan
dalam suatu sistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis
ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem
tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sangat rendah. Angin Topan
menyebabkan rumah-rumah, tempat ibadah,
pohon-pohon, tiang listrik dan benda-benda lain porak poranda karena
terkena angin tersebut.
Perilaku keberagamaan:
· Membantu
korban bencana dengan menyalurkan bantuan sembako.
·
Membangun tenda-tenda darurat untuk
tempat tidur dan tempat ibadah.
3.
Gejala
sosial dalam perilaku keberagamaan
Gejala sosial merupakan segala
sesuatu yang di buat maupun dilkukan oleh manusia di dalam lingkungan
kehidupannya. Terdapat bermacam-macam gejala sosial yang bisa dilihat dari
kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungannya.
Gejala-gejala sosial yang terjadi nantinya
akan menimbulkan suatu permasalahan baru dalam lingkungan masarakat. Hal
tersebut akan terus terjadi hingga di temukan sebuah upaya penyelesaian untuk
masalah tersebut.
Contoh gejala sosial dalam perilaku
keberagamaan:
·
Mencuri
mencuri adalah mengambil sesuatu barang secara sembunyi-sembunyi, baik yang
melakukan seorang anak kecilatau orang dewasa, baik barang yang dicuri itu
sedikit atau banyak, dan barang yang dicuri itu disimpan ditempat yang wajar
untuk menyimpan atau tidak.
Hukum mencuri adalah haram. Pelaku pencurian wajib dikenakan had mencuri,
yaitu potong tangan. Firman Allah SWT dalam Q.S. A l-Maidah: 38 “ Laki-laki
yang mencuri dan perempuan yang mencuripotonglah tangan keduanya (sebagai)
pembalasan bagi apa yang merekakerjakan dan sebagaisiksaan dari Allah. Dan
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. “
Perilaku keberagamaan :
Setelah melihat bahwa hukuman mencuri adalah dipotong tangan seharusnya
pencuri itu semakin jera dan tidak berani melakukan hal tersebut lagi.
4.
Gejala
budaya dalam perilaku keberagamaan
Gejala budaya adalah suatu hal yang
membuat manusia mengikuti tradisi yang berlaku dari dulu dan sudah menjadi hal
biasa di lingkungan masyarakat.
Pengaruh lingkungan budaya yang
dalam ekspresi keberagamaan lebih banyak ditemukan dalam hal-hal praktis dan
konkrit. Untuk budaya Indonesia khususnya budaya jawa, sarung merupakan contoh
nyata yang dapat ditunjukkan dengan mudah. Pengaruh-pengaruh tertentu
lingkungan hidup sekelompok manusia terhadap keagamaan. Masyarakat yang memiliki
budaya berbeda-beda berdampak pada cara beragama yang berbeda pula.
Contoh gejala budaya dalam keberagamaan:
Dalam agama Islam, khitan merupakan
salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama.
Perilaku keberagamaan:
·
Khitan itu selain diwajibkan juga
memiliki beberapa manfaat diantaranya dapat mencegah infeksi dan mengurangi
resiko tertular penyakit menular seperti HIV-AIDS.
·
Menurut penelitian pada orang yang
tidak disunat lebih besar resikonya timbul infeksi yang berakibat pada
terjangkitnya berbagai penyakit diantaranya yang paling menghawatirkan adalah
Kanker Penis.
BAB III
PENUTUP
C. KESIMPULAN
·
Gejala alam
dalam perilaku keberagamaan adalah suatu tanda-tanda adanya perubahan alam yang
menyebabkan adanya bencana yang dimana di balik dari bencana tersebut akan
berpengaruh dalam perilaku keberagamaan yaitu timbulnya saling
tolong-menolong.
·
Gejala
sosial dalam perilaku keberagamaan adalah gejala-gejala yang ada di masyarakat
yang melahirkan sebuah konflik dan perubahan yang mengarah pada sesuatu yang
positif maupun negatif yang dimana konflik tersebut bisa mempengaruhi perikaku
keberagamaan.
·
Gejala
budaya dalam perilaku keberagamaan adalah sesuatu yang ada dalam kehidupan
masyarakat yang dijadikan gambaran kalau budaya itu sudah ada sejak zaman
dahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar