DAKWAH PADA MASYARAKAT GLOBAL
Tugas Ujian Tengah Semester
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Sosiologi Dakwah
DOSEN PENGAMPU: BAITSATUL HASANAH, S. Kom. I

Disusun oleh:
Irfan Maulana Yusuf
Rojail Khoirot
Irfan Maulana Akbar
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
STID AL-BIRUNI BABAKAN CIWARINGIN CIREBON
2016/2017
KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang dengan
Rahmat-Nya memberikan nikmat kepada kita semua sebagai mahkluk-Nya, yang berupa
nikmat Iman dan Islam serta nikmat waktu untuk berfkir, untuk menggali
ilmu-ilmu Allah yang begitu luas.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhir
zaman yakni Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya sahabatnya dan kita selaku
umatnya.
Alhamdulillah pemakalah bisa menyelesaikan makalah yang sederhana
ini, yang tidak luput dari kekurangan. Ucapan terima kasih pemakalah sampaikan kepada
Baitsatul Hasanah S. Kom. I selaku dosen pada mata kuliah Sosiologi
Dakwah yang telah memberikan kesempatan untuk menggaliilmu ini lebih dalam
lagi.
Selebihnya kami mohon maaf, apabila tugas Uts yang di jadikan
makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan-kekurangan baik dalam
bentuk tulisan ataupun yang lainnya.
والسلام
عليكم ورحمة الله وبر كا ته
Ciawlor,
5 Juni 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER............................................................................................................................. I
KATA PENGANTAR.................................................................................................... II
DAFTAR ISI................................................................................................................... III
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... IV
A.
Latar
Belakang...................................................................................................... IV
B.
Rumusan Masalah................................................................................................. IV
BAB
II PEMBAHASAN................................................................................................. 1
1.
Dakwah Pada
Masyarakat Global.......................................................................... 1
2.
Tantangan
Dakwah Pada Masyarakat Global........................................................ 2
·
Kemajuan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi................................................... 4
·
Imperialisme
Budaya Asing............................................................................ 4
·
Kehidupan
Yang Permisif............................................................................... 4
BAB III PENUTUP......................................................................................................... 7
C.
Kesimpulan............................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Memasuki abad
21 globalisasi seakan tidak bisa dibendung lajunya ketika memasuki setiap sudut
negara dan menjadi sebuah keniscayaan. Era ini menghendaki setiap negara
beserta individunya harus mampu bersaing satu sama lain baik antar negara
maupun antar individu. Persaingan yang menjadi esensi dari globalisasi sering
memiliki pengaruh dan dampak yang negatif jika dicermati dengan seksama.
Pengaruh yang ada dari globalisasi pada aspek kehidupan meskipun awal tujuannya
diarahkan pada bidang ekonomi dan perdagangan serta memberikan dampak
multidimensi.
Kerawanan moral
dan etika itu muncul semakin transparan dalam bentuk kemaksiatan karena
disokong oleh kemajuan alat-alat teknologi informasi mutakhir seperti siaran
televisi, keping-keping VCD, jaringan internet, dan sebagainya. Bahaya yang
paling besar yang dihadapi oleh umat manuysia zaman sekarang ini bukanlah ledakan bom atom, tetapi perubahan
fitrah itu sendiri. Unsur kemanusiaan dalam dirinya sedang mengalami kehancuran
sedemikian cepat, inilah mesin-mesin berbentuk manusia yang tidak sesuai dengan
kehendak Tuhan dan kehendak alam yang fitrah.
Dampak
globalisasi dalam dunia dakwah sangat dirasakan terpaannya. Dalam makalah ini
penulis akan membahas Dakwah Pada Masyarakat Global. Makalah ini bertujuan
untuk mengungkap bagaimana dahsyatnya arus globalisasi dalam menggerus moral
masyarakat. Begitu pula tantangan apa saja yang harus dihadapi ketika berdakwah
dalam kungkungan globalisasi. Semoga tulisan yang sederhana ini bisa bermanfaat
bagi kita semua. Amin.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
cara berdakwah pada masyarakat global?
2.
Apa
saja tantangan berdakwah pada masyarakat global?
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Dakwah
Pada Masyarakat Global
Era globalisasi adalah merupakan hal yang netral. Artinya
perkembangan tersebut dapat dilakukan kejalan yang baik tidak terkecuali dalam
pengembangan dakwah. Namun dapat juga berdampak negatif jika perkembangan tersebut
tidak disikapi dengan sebaik mungkin. Menyendiri atau lari dari globalisasi
bukanlah solusi yang terbaik, tapi bagaimana memanfaatkan berbagai fasilitas
yang ditawarkan oleh era globalisasi ini ke jalan yang baik sesuai dengan
tuntunan dan ajaran islam. Melihat kenyataan hidup di era globalisasi sangat
penuh tantangan karena persoalannya tidak sederhana bahkan semakin kompleks.
Kenyataan hidup tersebut sangat mendambakan “juru selamat” yang dapat merubah
mereka menuju kehidupan yang penuh kedamaian, ketentraman lahir dan batin.
Masyarakat perlu dibentengi dengan nilai-nili islam, sehingga nilai tersebut
dapat melembaga dalam dirinya, dan tidak mudah goyah dengan berbagai fenomena
kemodernan yang sangat menantang ini. Setiap muslim berkewajiban untuk menyampaikan
pesan dakwah kapanpun dan dimanapun sebagaimana Hadits Nabi, ”sampaikanlah
olehmu dariku, walaupun hanya satu
ayat”. Esensi hadits tersebut adalah ajakan kepada setiap Muslim agar
senantiasa menyempatkan diri untuk berdakwah melalui berbagai media[1].
Aktualisasi peran dakwah setiap muslim ini menjadi sangat terbuka dengan
berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, yaitu dengan memanfaatkan
multimedia sebagai wahana Dakwah. Globalisasi sendiri sebenarnya sejalan dengan
dengan ajaran agama Islam, ajaran atau agama yang diturunkan sebagai rahmat
alam semesta. Jika globalisasi digunakan untuk menduniakan nilai-nilai moral
islami, baik yang bersifat personal (personal morality) maupun yang public
(public morality), maka kehidupan umat manusia di dunia ini dapat berjalan
dengan tertib, aman, damai dan sejahtera[2].
Setiap manusia memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dihadapan
Allah swt. Namun disamping itu sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa
era globalisasi telah menghadirkan dua hal yaitu antara harapan dan tantangan. Yakni
harapan supaya membawa umat manusia ke arah yang lebih baik juga tantangan
bagaimana manusia mewujudkan itu semua. Dalam kepentingan dakwah Islamiyah,
para da’i hendaknya menguatkan dakwah Islam baik dari segi materi, pesan yang
disampaikan maupun metode yang digunakan. Dakwah Islam tidak boleh hanya
menyentuh kulit-kulit ajaran semata, tetapi juga masuk ke inti dan esensi
ajarannya. Karena ajaran Islam bersifat komprehensif maka dakwah Islam pun
harus bersifat komprehensif. Pemahaman dan penerapan agama secara parsial
meyebabkan kekuatan agama ini tidak kelihatan bahkan tidak efektif. Untuk itu,
metode dakwah harus diperbarui sesuai dengan perkembangan zaman. Kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dakwah
tidak boleh terbatas hanya menggunakan media tradisional (mimbar/podium) saja
tapi juga dengan menggunakan multimedia yang ada.
Dalam rangka keberhasilan dakwah di era global, maka diperlukan
da’i yang memiliki profil berikut ini, yaitu: memiliki komitmen tauhid,
istiqamah dan jujur, memiliki visi yang jelas, memiliki wawasan keislaman,
memiliki kemampuan memadukan antara dakwah bi al-lisan dengan dakwah bi al-hal,
sesuai kata dengan perbuatan, berdiri di atas semua paham dan aliran, berpikir
strategis, memiliki kemampuan analisis interdisipliner, sanggup berbicara
sesuai dengan kemampuan masyarakat.[3]
2.
Tantangan
Dakwah Pada Masyarakat Global.
Ketika masyarakat memasuki era globalisasi dengan dukungan ilmu
pengetahuan dan teknologi, tantangan dakwah yang dihadapi semakin rumit.
Tantangan tersebut tidak mengenal ruang, batas, waktu dan lapisan masyarakat,
melainkan ke seluruh sektor kehidupan dan hajat hidup manusia, termasuk agama.
Artinya, kehidupan kegamaan umat manusia tidak terkecuali Islam di mana pun ia
berada akan menghadapi tantangan yang sama. Soejatmoko menandaskan bahwa agama
pun kini sedang diuji dan ditantang oleh zaman.
Meskipun diakui bahwa di satu sisi kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi menciptakan fasilitas yang memberi peluang bagi pengembangan dakwah,
namun antara tantangan dan peluang dakwah dewasa ini, agaknya tidak berimbang.
Tantangan dakwah yang amat kompleks dewasa ini dapat dilihat dari minimal dari
tiga perspektif, yaitu pertama, perspektif prilaku (behaviouristic
perspective). Salah satu tujuan dakwah adalah terjadinya perubahan prilaku
(behaviour change) pada masyarakat yang menjadi obyek dakwah kepada situasi
yang lebih baik. Tampaknya, sikap dan prilaku (behaviour) masyarakat dewasa ini
hampir dapat dipastikan lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.
Kedua, tantangan dakwah dalam perspektif transmisi (transmissional
perspective). Dakwah dapat diartikan sebagai proses penyampaian atau transmisi
ajaran agama Islam dari da’i sebagai sumber kepada mad’u sebagai penerima.
Ketika ajaran agama ditrasmisikan kepada masyarakat yang menjadi obyek, maka
peranan media sangat menentukan. Ziauddin Sardar mengemukakan bahwa abad
informasi ternyata telah menghasilkan sejumlah besar problem. Menurutnya, bagi
dunia Islam, revolusi informasi menghadirkan tantangan-tantangan khusus yang
harus diatasi, agar umat Islam harus bisa memanfaatkannya untuk mencapai tujuan
dakwah.[4]
Ketiga, tantangan dakwah perspektif interaksi. Ketika dakwah
dilihat sebagai bentuk komunikasi yang khas (komunikasi agama/islami) maka
dengan sendirinya interaksi sosial akan terjadi, dan di dalamnya terbentuk
norma-norma tertentu sesuai pesan-pesan dakwah. Yang menjadi tantangan dakwah
dewasa ini, adalah bahwa pada saat yang sama masyarakat yang menjadi obyek
dakwah pasti berinteraksi dengan pihak-pihak lain atau masyarakat sekitarnya
yang belum tentu membawa pesan yang baik, bahkan mungkin sebaliknya.
Tantangan yang dakwah yang lain setidaknya terbagi menjadi tiga
aspek. Aspek yang pertama yaitu aspek pribadi/internal, dimana aspek ini
terletak pada diri seorang da’i yang masih merasa ragu akan keberlangsungan
dakwahnya. Aspek kedua yaitu aspek eksternal yang meliputi harta, kekuasaan
maupun jabatan yang bisa menjadi bom waktu dalam berdakwah. Aspek yang terakhir
yaitu aspek pergerakan dimana biasanya dalam realitanya da’i masih belum bisa
bersikap profesional dalam berdakwah. Terlebih lagi ketika berada dalam dunia
globaliasi yang semua kebutuhan bisa tercukupi dengan sekejap. Entah kebutuhan
itu bisa mendukung ataupun mengganjal semuanya bisa didapatkan tanpa bersusah
payah.
Setiap
usaha yang dilakukan dalam rangka untuk mencapai setiap tujuan pastilah
mendapat hambatan dan tantangan dalam rangka untuk mewujudkannya, apalagi dalam
melaksanakan sebuah missi suci berupa dakwah atau seruan demi tegaknya hukum
Tuhan di muka bumi. Tantangan-tantangan dalam rangka suksesnya dakwah dalam
konteks kekinian dan kedisinian kita saat ini antara lain adalah :
§ Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang begitu pesat saat ini
telah melahirkan apa yang disebut dengan era globalisasi, yaitu sebuah era yang
menjadikan bumi ini ibarat sebuah desa kecil dimana semua penduduk saling
mengetahui apa yang terjadi di desanya. Saat ini semua ummat manusia pada satu
belahan bumi mengetahui secara persis apa yang terjadi pada belahan bumi yang
lainnya, sebagai dampak positif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
Kemajuan ulmu pengetahuan dan tekhnologi ini berupa tekhnologi informasi dan
komunikasi dengan ciri komputerisasi, tekhnologi ruang angkasa dengan ciri
penginderaan jarak jauh, tekhnologi hayati dengan ciri utamanya rekayasa
genetic. Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi ini selain membawa dampak
positif bagi ummat manusia berupa kemudahan dalam melaksanakan semua urusan,
ternyata juga menimbulkan permasalahan baru dalam kehidupan ummat manusia
seperti rasa keterasingan, kecemasan, kegersangan hidup, terjadinya dekadensi
moral, keretakan keluarga dan bahkan menambah jumlah penderitaan gangguan
kejiwaan dan saraf. Dampak positif dan negative dari kemajuan ilmu pengetahuan
dan tekhnologi ini tentu menjadi tantangan tersediri bagi pelaksanaan dakwah
islamiyah.
§ Imperialisme Budaya Asing
Sebagai salah satu akibat langsung dari kemajuan ilmu pengetahuan
dan tekhnologi melalui informasi dan komunikasi yang sangat dekat dengan setiap
individu Muslim Indonesia adalah masuknya budaya asing langsung ke dalam rumah
tangga Muslim melalui media Televisi dan lain sebagainya. Akibatnya anak-anak
muda generasi masa depan bangsa larut dan mencontoh budaya-budaya asing
tersebut, padahal budaya-budaya asing tersebut bertentangan dengan budaya
bangsa dan agama[5].
§ Kehidupan Yang Permisif
Salah satu bentuk kecenderungan yang permisif ini adalah
meningkatnya kasus-kasus pengguguran kandungan di kalangan perempuan dan
mahasiswi, maraknya hamil di luar nikah, dan kumpul kebo. Kecenderungan seperti
ini adalah merupakan dominasi pengaruh aspek fisik (materi) pada diri mereka
yang mengalahkan fithrahnya. Padahal manusia, dalam fithrahnya, memiliki
sekumpulan unsur surgawi yang luhur, yang berbeda dengan unsure-unsur badani
yang ada pada binatang, tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa.
Tidak sampai itu saja mengenai tantangan dakwah, setelah saya
menelusuri informasi serta data-data serta pengetahuan yang saya dapatkan maka
saya dapat menambah kembali tentang tantangan dakwah itu sendiri yakni sebagai
berikut:
Pertama, tantangan sosio-ekonomi yang memberi isyarat bahwa
penduduk dunia sekarang berjumlah kurang lebih 6 miliyar, dimana sekitar 30 %
adalah muslim, sebahagian mereka berada di negara sedang berkembang atau
dibelahan dunia bagian selatan.
Kedua, tantangan sain dan teknologi yang karena kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi terus berkembang, maka corak kehidupan akan terkurung
dalam sistem kompleks dari business science technology, dengan tujuan
menghasilkan produk lebih banyak dengan pekerja lebih sedikit. Sedangkan unsur
emosional dan spiritual tidak diperhitungkan.
Ketiga, Tantangan etis relegius. Sebagai korban kehidupan dalam
modernisasi materialis, maka konsekwensinya adalah terjadinya suatu pergeseran
kemauan masyarakat dari kemauan alami (natural will) menjadi kemauan rasional
(rasional will) Dalam proses perubahan ini, kehidupan emosional manusia
mengalami erosi dan berlanjut pada pemiskinan spiritual.
Ketentuan di atas apabila dakwah itu sendiri tidak diartikan dengan
makna yang sempit, seperti yang telah diyakini oleh sebagian kalangan komunitas
muslim. Dengan menggembar-gemborkan dakwah harus secara formalitas, seperti
berpakaian gamis, kopiyah menempel di atas kepala, dengan jenggot menghelai
panjang, tasbih menggayut ditangan kanan dan keliling berjalan kaki door to
door.
Diantara metode tersebut seperti ngobrol-ngobrol di kafe, diskusi
lintas agama, kunsultasi via alat komunikasi, mengadakan arisan bersama, rihlah
ilmiyah dan lain sebagainya adalah termasuk metode berdakwah jika di dalamnya
terdapatnya unsur ajakan kepada yang hak dan memperingatkan akan yang bathil.
Begitu juga dunia kesenian, kebudayaan, pariwisata, entertainemen dengan segala
pernak-perniknya, termasuk sarana untuk berdakwah, menurut pemahaman dakwah
dalam makna yang luas sebagaimana dalam arti terminologi di atas.
Langakh pasti yang mesti kita lakukan adalah dengan memperhatikan
materi dakwah yang akan kita sampaikan kepada para mad’u. diusahakan materi
yang kita sampaikan itu tidak monoton atau bersifat monoton atau klise sehingga
pada akhirnya menimbulkan kejenuhan bagi masyarakat atau mad’u itu sendiri.
Seorang da’I mesti sedikitnya mengusasi hal-hal yang berkaitan dengan Iptek
agar masyarakat mengetahui sedikitnya permasalahn-permasalahan secara global
serta akan mengetahui keadaan dunia luar.
Tidak hanya samapi disana saja, seorang da’i pun dalam melakukan pendekatan dan metode
dakwahnya mesti mampu menguasai kondisi atau situasi para mad’u serta
pendekatan atau metode yang digunakan dapat mencapai sasaran.
BAB III
PENUTUP
C.
Kesimpulan
Pada akhirnya, globalisasi
menjadi sebuah lokomotif yang senantiasa menuntun gerbong-gerbongnya, yaitu
masyarakat secara luas. Hingga jauh setelah perkembangannya globalisasi menjadi
sosok yang menyeramkan dan selalu mengincar masyarakat untuk terseret dalam
pusaran arus yang cenderung negatif. Dari sinilah kemudian permasalahan dakwah
menjadi semakin rumit dan kompleks. Sebagai umat Islam yang taat tentu tidak
akan berpangku tangan ketika melihat keadaan etika dan moral masyarakat yang
semakin lama tergerus oleh kehadiran globalisasi.
Setidaknya
diperlukan metode ataupun strategi untuk berdakwah mengarungi globalisasi.
Mulai dari kompetensi da’i selaku pembawa cahaya pencerahan hingga materi yang
akan disampaikan di masyarakat. Tentu metode yang digunakan antara satu waktu
dengan waktu yang lain akan mengalami perkembangan. Pun juga dengan keadaan
demografis dari mad’u itu sendiri, diperlukan adanya kepekaan dari organisasi
dakwah untuk terus menegakkan agama Allah, agama Islam.
DAFTAR
PUSTAKA
v Drs. Muhtadi Asep Saepul, M. Ag, Metode Penelitian Dakwah, Pustaka
Setia, Bandung, 2003
v Prof. Dr. Moh. Aziz Ali, M. Ag, ilmu Dakwah, Prenadamedia Group,
Jakarta, 2016
v Prof. Dr. Muhtadi Asep Saeful, KOMUNIKASI DAKWAH, teori,
pendekatan dan aplikasi, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2012
v Dr. Solahudin Dindin, MA. Kajian Dakwah Multi Perspektif,
PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2014
Sumber Lain:
v https://www.researchgate.net/publication/307849488_TANTANGAN_DAKWAH_DI_ERA_GLOBALISASI
[1] Drs.
Muhtadi Asep Saepul, M. Ag, Metode Penelitian Dakwah, Pustaka Setia,
Bandung, 2003
[3] Prof.
Dr. Muhtadi Asep Saeful, KOMUNIKASI DAKWAH, teori, pendekatan dan aplikasi, Simbiosa
Rekatama Media, Bandung, 2012
[4] Dr.
Solahudin Dindin, MA. Kajian Dakwah Multi Perspektif, PT Remaja
Rosdakarya, Bandung, 2014
[5] https://www.researchgate.net/publication/307849488_TANTANGAN_DAKWAH_DI_ERA_GLOBALISASI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar