Sabtu, 02 September 2017

SOSIOLOGI DAKWAH: Dakwah Pada Masyarakat Global


DAKWAH PADA MASYARAKAT GLOBAL
Tugas Ujian Tengah Semester
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Sosiologi Dakwah
DOSEN PENGAMPU: BAITSATUL HASANAH, S. Kom. I


Disusun oleh:
Irfan Maulana Yusuf
Rojail Khoirot
Irfan Maulana Akbar
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
STID AL-BIRUNI BABAKAN CIWARINGIN CIREBON
2016/2017


KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang dengan Rahmat-Nya memberikan nikmat kepada kita semua sebagai mahkluk-Nya, yang berupa nikmat Iman dan Islam serta nikmat waktu untuk berfkir, untuk menggali ilmu-ilmu Allah yang begitu luas.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhir zaman yakni Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya sahabatnya dan kita selaku umatnya.
Alhamdulillah pemakalah bisa menyelesaikan makalah yang sederhana ini, yang tidak luput dari kekurangan. Ucapan terima kasih pemakalah sampaikan kepada Baitsatul Hasanah S. Kom. I selaku dosen pada mata kuliah Sosiologi Dakwah yang telah memberikan kesempatan untuk menggaliilmu ini lebih dalam lagi.
Selebihnya kami mohon maaf, apabila tugas Uts yang di jadikan makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan-kekurangan baik dalam bentuk tulisan ataupun yang lainnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته



Ciawlor, 5 Juni 2017

Penyusun


DAFTAR ISI
COVER............................................................................................................................. I
KATA PENGANTAR.................................................................................................... II
DAFTAR ISI................................................................................................................... III
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... IV
A.    Latar Belakang...................................................................................................... IV
B.     Rumusan Masalah................................................................................................. IV
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................. 1
1.      Dakwah Pada Masyarakat Global.......................................................................... 1

2.      Tantangan Dakwah Pada Masyarakat Global........................................................ 2
·         Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi................................................... 4
·         Imperialisme Budaya Asing............................................................................ 4
·         Kehidupan Yang Permisif............................................................................... 4
BAB III PENUTUP......................................................................................................... 7
C.     Kesimpulan............................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 8





BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Memasuki abad 21 globalisasi seakan tidak bisa dibendung lajunya ketika memasuki setiap sudut negara dan menjadi sebuah keniscayaan. Era ini menghendaki setiap negara beserta individunya harus mampu bersaing satu sama lain baik antar negara maupun antar individu. Persaingan yang menjadi esensi dari globalisasi sering memiliki pengaruh dan dampak yang negatif jika dicermati dengan seksama. Pengaruh yang ada dari globalisasi pada aspek kehidupan meskipun awal tujuannya diarahkan pada bidang ekonomi dan perdagangan serta memberikan dampak multidimensi.
Kerawanan moral dan etika itu muncul semakin transparan dalam bentuk kemaksiatan karena disokong oleh kemajuan alat-alat teknologi informasi mutakhir seperti siaran televisi, keping-keping VCD, jaringan internet, dan sebagainya. Bahaya yang paling besar yang dihadapi oleh umat manuysia zaman sekarang ini  bukanlah ledakan bom atom, tetapi perubahan fitrah itu sendiri. Unsur kemanusiaan dalam dirinya sedang mengalami kehancuran sedemikian cepat, inilah mesin-mesin berbentuk manusia yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan kehendak alam yang fitrah.
Dampak globalisasi dalam dunia dakwah sangat dirasakan terpaannya. Dalam makalah ini penulis akan membahas Dakwah Pada Masyarakat Global. Makalah ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana dahsyatnya arus globalisasi dalam menggerus moral masyarakat. Begitu pula tantangan apa saja yang harus dihadapi ketika berdakwah dalam kungkungan globalisasi. Semoga tulisan yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.
B. Rumusan Masalah
1.    Bagaimana cara berdakwah pada masyarakat global?
2.    Apa saja tantangan berdakwah pada masyarakat global?





BAB II
PEMBAHASAN
1.    Dakwah Pada Masyarakat Global
Era globalisasi adalah merupakan hal yang netral. Artinya perkembangan tersebut dapat dilakukan kejalan yang baik tidak terkecuali dalam pengembangan dakwah. Namun dapat juga berdampak negatif jika perkembangan tersebut tidak disikapi dengan sebaik mungkin. Menyendiri atau lari dari globalisasi bukanlah solusi yang terbaik, tapi bagaimana memanfaatkan berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh era globalisasi ini ke jalan yang baik sesuai dengan tuntunan dan ajaran islam. Melihat kenyataan hidup di era globalisasi sangat penuh tantangan karena persoalannya tidak sederhana bahkan semakin kompleks. Kenyataan hidup tersebut sangat mendambakan “juru selamat” yang dapat merubah mereka menuju kehidupan yang penuh kedamaian, ketentraman lahir dan batin. Masyarakat perlu dibentengi dengan nilai-nili islam, sehingga nilai tersebut dapat melembaga dalam dirinya, dan tidak mudah goyah dengan berbagai fenomena kemodernan yang sangat menantang ini. Setiap muslim berkewajiban untuk menyampaikan pesan dakwah kapanpun dan dimanapun sebagaimana Hadits Nabi, ”sampaikanlah olehmu  dariku, walaupun hanya satu ayat”. Esensi hadits tersebut adalah ajakan kepada setiap Muslim agar senantiasa menyempatkan diri untuk berdakwah melalui berbagai media[1]. Aktualisasi peran dakwah setiap muslim ini menjadi sangat terbuka dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, yaitu dengan memanfaatkan multimedia sebagai wahana Dakwah. Globalisasi sendiri sebenarnya sejalan dengan dengan ajaran agama Islam, ajaran atau agama yang diturunkan sebagai rahmat alam semesta. Jika globalisasi digunakan untuk menduniakan nilai-nilai moral islami, baik yang bersifat personal (personal morality) maupun yang public (public morality), maka kehidupan umat manusia di dunia ini dapat berjalan dengan tertib, aman, damai dan sejahtera[2].
Setiap manusia memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dihadapan Allah swt. Namun disamping itu sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa era globalisasi telah menghadirkan dua hal yaitu antara harapan dan tantangan. Yakni harapan supaya membawa umat manusia ke arah yang lebih baik juga tantangan bagaimana manusia mewujudkan itu semua. Dalam kepentingan dakwah Islamiyah, para da’i hendaknya menguatkan dakwah Islam baik dari segi materi, pesan yang disampaikan maupun metode yang digunakan. Dakwah Islam tidak boleh hanya menyentuh kulit-kulit ajaran semata, tetapi juga masuk ke inti dan esensi ajarannya. Karena ajaran Islam bersifat komprehensif maka dakwah Islam pun harus bersifat komprehensif. Pemahaman dan penerapan agama secara parsial meyebabkan kekuatan agama ini tidak kelihatan bahkan tidak efektif. Untuk itu, metode dakwah harus diperbarui sesuai dengan perkembangan zaman. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dakwah tidak boleh terbatas hanya menggunakan media tradisional (mimbar/podium) saja tapi juga dengan menggunakan multimedia yang ada.
Dalam rangka keberhasilan dakwah di era global, maka diperlukan da’i yang memiliki profil berikut ini, yaitu: memiliki komitmen tauhid, istiqamah dan jujur, memiliki visi yang jelas, memiliki wawasan keislaman, memiliki kemampuan memadukan antara dakwah bi al-lisan dengan dakwah bi al-hal, sesuai kata dengan perbuatan, berdiri di atas semua paham dan aliran, berpikir strategis, memiliki kemampuan analisis interdisipliner, sanggup berbicara sesuai dengan kemampuan masyarakat.[3]

2.    Tantangan Dakwah Pada Masyarakat Global.
Ketika masyarakat memasuki era globalisasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, tantangan dakwah yang dihadapi semakin rumit. Tantangan tersebut tidak mengenal ruang, batas, waktu dan lapisan masyarakat, melainkan ke seluruh sektor kehidupan dan hajat hidup manusia, termasuk agama. Artinya, kehidupan kegamaan umat manusia tidak terkecuali Islam di mana pun ia berada akan menghadapi tantangan yang sama. Soejatmoko menandaskan bahwa agama pun kini sedang diuji dan ditantang oleh zaman.
Meskipun diakui bahwa di satu sisi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciptakan fasilitas yang memberi peluang bagi pengembangan dakwah, namun antara tantangan dan peluang dakwah dewasa ini, agaknya tidak berimbang. Tantangan dakwah yang amat kompleks dewasa ini dapat dilihat dari minimal dari tiga perspektif, yaitu pertama, perspektif prilaku (behaviouristic perspective). Salah satu tujuan dakwah adalah terjadinya perubahan prilaku (behaviour change) pada masyarakat yang menjadi obyek dakwah kepada situasi yang lebih baik. Tampaknya, sikap dan prilaku (behaviour) masyarakat dewasa ini hampir dapat dipastikan lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.
Kedua, tantangan dakwah dalam perspektif transmisi (transmissional perspective). Dakwah dapat diartikan sebagai proses penyampaian atau transmisi ajaran agama Islam dari da’i sebagai sumber kepada mad’u sebagai penerima. Ketika ajaran agama ditrasmisikan kepada masyarakat yang menjadi obyek, maka peranan media sangat menentukan. Ziauddin Sardar mengemukakan bahwa abad informasi ternyata telah menghasilkan sejumlah besar problem. Menurutnya, bagi dunia Islam, revolusi informasi menghadirkan tantangan-tantangan khusus yang harus diatasi, agar umat Islam harus bisa memanfaatkannya untuk mencapai tujuan dakwah.[4]
Ketiga, tantangan dakwah perspektif interaksi. Ketika dakwah dilihat sebagai bentuk komunikasi yang khas (komunikasi agama/islami) maka dengan sendirinya interaksi sosial akan terjadi, dan di dalamnya terbentuk norma-norma tertentu sesuai pesan-pesan dakwah. Yang menjadi tantangan dakwah dewasa ini, adalah bahwa pada saat yang sama masyarakat yang menjadi obyek dakwah pasti berinteraksi dengan pihak-pihak lain atau masyarakat sekitarnya yang belum tentu membawa pesan yang baik, bahkan mungkin sebaliknya.
Tantangan yang dakwah yang lain setidaknya terbagi menjadi tiga aspek. Aspek yang pertama yaitu aspek pribadi/internal, dimana aspek ini terletak pada diri seorang da’i yang masih merasa ragu akan keberlangsungan dakwahnya. Aspek kedua yaitu aspek eksternal yang meliputi harta, kekuasaan maupun jabatan yang bisa menjadi bom waktu dalam berdakwah. Aspek yang terakhir yaitu aspek pergerakan dimana biasanya dalam realitanya da’i masih belum bisa bersikap profesional dalam berdakwah. Terlebih lagi ketika berada dalam dunia globaliasi yang semua kebutuhan bisa tercukupi dengan sekejap. Entah kebutuhan itu bisa mendukung ataupun mengganjal semuanya bisa didapatkan tanpa bersusah payah.
Setiap usaha yang dilakukan dalam rangka untuk mencapai setiap tujuan pastilah mendapat hambatan dan tantangan dalam rangka untuk mewujudkannya, apalagi dalam melaksanakan sebuah missi suci berupa dakwah atau seruan demi tegaknya hukum Tuhan di muka bumi. Tantangan-tantangan dalam rangka suksesnya dakwah dalam konteks kekinian dan kedisinian kita saat ini antara lain adalah :

§  Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang begitu pesat saat ini telah melahirkan apa yang disebut dengan era globalisasi, yaitu sebuah era yang menjadikan bumi ini ibarat sebuah desa kecil dimana semua penduduk saling mengetahui apa yang terjadi di desanya. Saat ini semua ummat manusia pada satu belahan bumi mengetahui secara persis apa yang terjadi pada belahan bumi yang lainnya, sebagai dampak positif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Kemajuan ulmu pengetahuan dan tekhnologi ini berupa tekhnologi informasi dan komunikasi dengan ciri komputerisasi, tekhnologi ruang angkasa dengan ciri penginderaan jarak jauh, tekhnologi hayati dengan ciri utamanya rekayasa genetic. Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi ini selain membawa dampak positif bagi ummat manusia berupa kemudahan dalam melaksanakan semua urusan, ternyata juga menimbulkan permasalahan baru dalam kehidupan ummat manusia seperti rasa keterasingan, kecemasan, kegersangan hidup, terjadinya dekadensi moral, keretakan keluarga dan bahkan menambah jumlah penderitaan gangguan kejiwaan dan saraf. Dampak positif dan negative dari kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi ini tentu menjadi tantangan tersediri bagi pelaksanaan dakwah islamiyah.
§  Imperialisme Budaya Asing
Sebagai salah satu akibat langsung dari kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi melalui informasi dan komunikasi yang sangat dekat dengan setiap individu Muslim Indonesia adalah masuknya budaya asing langsung ke dalam rumah tangga Muslim melalui media Televisi dan lain sebagainya. Akibatnya anak-anak muda generasi masa depan bangsa larut dan mencontoh budaya-budaya asing tersebut, padahal budaya-budaya asing tersebut bertentangan dengan budaya bangsa dan agama[5].
§  Kehidupan Yang Permisif
Salah satu bentuk kecenderungan yang permisif ini adalah meningkatnya kasus-kasus pengguguran kandungan di kalangan perempuan dan mahasiswi, maraknya hamil di luar nikah, dan kumpul kebo. Kecenderungan seperti ini adalah merupakan dominasi pengaruh aspek fisik (materi) pada diri mereka yang mengalahkan fithrahnya. Padahal manusia, dalam fithrahnya, memiliki sekumpulan unsur surgawi yang luhur, yang berbeda dengan unsure-unsur badani yang ada pada binatang, tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa.
Tidak sampai itu saja mengenai tantangan dakwah, setelah saya menelusuri informasi serta data-data serta pengetahuan yang saya dapatkan maka saya dapat menambah kembali tentang tantangan dakwah itu sendiri yakni sebagai berikut:
Pertama, tantangan sosio-ekonomi yang memberi isyarat bahwa penduduk dunia sekarang berjumlah kurang lebih 6 miliyar, dimana sekitar 30 % adalah muslim, sebahagian mereka berada di negara sedang berkembang atau dibelahan dunia bagian selatan.
Kedua, tantangan sain dan teknologi yang karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, maka corak kehidupan akan terkurung dalam sistem kompleks dari business science technology, dengan tujuan menghasilkan produk lebih banyak dengan pekerja lebih sedikit. Sedangkan unsur emosional dan spiritual tidak diperhitungkan.
Ketiga, Tantangan etis relegius. Sebagai korban kehidupan dalam modernisasi materialis, maka konsekwensinya adalah terjadinya suatu pergeseran kemauan masyarakat dari kemauan alami (natural will) menjadi kemauan rasional (rasional will) Dalam proses perubahan ini, kehidupan emosional manusia mengalami erosi dan berlanjut pada pemiskinan spiritual.
Ketentuan di atas apabila dakwah itu sendiri tidak diartikan dengan makna yang sempit, seperti yang telah diyakini oleh sebagian kalangan komunitas muslim. Dengan menggembar-gemborkan dakwah harus secara formalitas, seperti berpakaian gamis, kopiyah menempel di atas kepala, dengan jenggot menghelai panjang, tasbih menggayut ditangan kanan dan keliling berjalan kaki door to door.
Diantara metode tersebut seperti ngobrol-ngobrol di kafe, diskusi lintas agama, kunsultasi via alat komunikasi, mengadakan arisan bersama, rihlah ilmiyah dan lain sebagainya adalah termasuk metode berdakwah jika di dalamnya terdapatnya unsur ajakan kepada yang hak dan memperingatkan akan yang bathil. Begitu juga dunia kesenian, kebudayaan, pariwisata, entertainemen dengan segala pernak-perniknya, termasuk sarana untuk berdakwah, menurut pemahaman dakwah dalam makna yang luas sebagaimana dalam arti terminologi di atas.
Langakh pasti yang mesti kita lakukan adalah dengan memperhatikan materi dakwah yang akan kita sampaikan kepada para mad’u. diusahakan materi yang kita sampaikan itu tidak monoton atau bersifat monoton atau klise sehingga pada akhirnya menimbulkan kejenuhan bagi masyarakat atau mad’u itu sendiri. Seorang da’I mesti sedikitnya mengusasi hal-hal yang berkaitan dengan Iptek agar masyarakat mengetahui sedikitnya permasalahn-permasalahan secara global serta akan mengetahui keadaan dunia luar.
Tidak hanya samapi disana saja, seorang da’i  pun dalam melakukan pendekatan dan metode dakwahnya mesti mampu menguasai kondisi atau situasi para mad’u serta pendekatan atau metode yang digunakan dapat mencapai sasaran.




BAB III
PENUTUP
C. Kesimpulan
Pada akhirnya, globalisasi menjadi sebuah lokomotif yang senantiasa menuntun gerbong-gerbongnya, yaitu masyarakat secara luas. Hingga jauh setelah perkembangannya globalisasi menjadi sosok yang menyeramkan dan selalu mengincar masyarakat untuk terseret dalam pusaran arus yang cenderung negatif. Dari sinilah kemudian permasalahan dakwah menjadi semakin rumit dan kompleks. Sebagai umat Islam yang taat tentu tidak akan berpangku tangan ketika melihat keadaan etika dan moral masyarakat yang semakin lama tergerus oleh kehadiran globalisasi.
Setidaknya diperlukan metode ataupun strategi untuk berdakwah mengarungi globalisasi. Mulai dari kompetensi da’i selaku pembawa cahaya pencerahan hingga materi yang akan disampaikan di masyarakat. Tentu metode yang digunakan antara satu waktu dengan waktu yang lain akan mengalami perkembangan. Pun juga dengan keadaan demografis dari mad’u itu sendiri, diperlukan adanya kepekaan dari organisasi dakwah untuk terus menegakkan agama Allah, agama Islam.




DAFTAR PUSTAKA
v Drs. Muhtadi Asep Saepul, M. Ag, Metode Penelitian Dakwah, Pustaka Setia, Bandung, 2003
v Prof. Dr. Moh. Aziz Ali, M. Ag, ilmu Dakwah, Prenadamedia Group, Jakarta, 2016
v Prof. Dr. Muhtadi Asep Saeful, KOMUNIKASI DAKWAH, teori, pendekatan dan aplikasi, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2012
v Dr. Solahudin Dindin, MA. Kajian Dakwah Multi Perspektif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2014
Sumber Lain:
v https://www.researchgate.net/publication/307849488_TANTANGAN_DAKWAH_DI_ERA_GLOBALISASI






[1] Drs. Muhtadi Asep Saepul, M. Ag, Metode Penelitian Dakwah, Pustaka Setia, Bandung, 2003
[2] Prof. Dr. Moh. Aziz Ali, M. Ag, ilmu Dakwah, Prenadamedia Group, Jakarta, 2016
[3] Prof. Dr. Muhtadi Asep Saeful, KOMUNIKASI DAKWAH, teori, pendekatan dan aplikasi, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2012
[4] Dr. Solahudin Dindin, MA. Kajian Dakwah Multi Perspektif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2014
[5] https://www.researchgate.net/publication/307849488_TANTANGAN_DAKWAH_DI_ERA_GLOBALISASI